Prangko Termahal Indonesia Dimiliki Warga Asing
SENIN, 18 JUNI 2012 | 14:24 WIB
Seri perangko peringatan Titanic dari Angola, bagian dari koleksi milik Kenneth Mascarenhas, dipamerkan di atas kapal pesiar Titanic Memorial Cruise di tengah Samudera Atlantik, Kamis (12/4). REUTERS/Chris Helgren
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia Letnan Jenderal Purnawirawan Soeyono mengatakan Indonesia memiliki prangko termahal, yaitu senilai Rp 20 miliar. Namun prangko tersebut sudah menjadi milik warga asing saat ini.
"Pemiliknya adalah Presiden Federation Internationale de Philatelie, Tay Peng Hian, dari Singapura," kata Soeyono dalam pembukaan World Stamp Championship Indonesia di Jakarta Convention Center, Senin, 18 Juni 2012.
Soeyono menjelaskan prangko tersebut bergambar Raja Belanda. Seluruh prangko dengan jumlah 64 carik tersebut, kata Soeyono, memiliki stempel bertuliskan ''Ngawi, Jawa Timur'', tahun 1864. Menurut Soeyono, prangko itu dihargai demikian mahalnya agar tidak lagi dibeli orang lain. Soeyono menuturkan ada orang Indonesia yang memiliki prangko seri tersebut, namun hanya secarik.
World Stamp Championship Indonesia digelar pada 18-24 Juni 2012. Kegiatan tersebut melibatkan 62 negara yang tergabung dalam Federation Internationale de Philatelie. Sebanyak 532 peserta akan mengikuti lomba filateli yang menjadi bagian pameran. Indonesia sendiri mengikutsertakan sekitar 2.000 carik prangko dalam kompetisi serta sekitar 200 carik untuk dipamerkan.
Soeyono menjelaskan, pada 2010, Indonesia ditunjuk untuk menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. Sebelumnya, kata Soeyono, pernah ada kegiatan serupa, tetapi hanya untuk kalangan remaja. Dengan kegiatan ini, Soeyono berharap, filateli di Indonesia menjadi maju.
Soeyono mengatakan filateli di Indonesia sempat terpuruk dengan hadirnya layanan pesan pendek dari operator seluler. Menurut Soeyono, fungsi dan peran filateli pun menurun. Soeyono berharap, World Stamp Championship Indonesia 2012 bisa membangkitkan prangko sebagai benda budaya.
Meski demikian, Soeyono menyatakan yakin dengan perkembangan filateli. Soeyono menuturkan cetakan prangko saat ini semakin bagus dan variatif. Meski jumlah prangko yang diproduksi berkurang, Soeyono tak melihatnya sebagai kendala. "Semakin langka edisi suatu prangko, maka harganya semakin mahal dan keberadaannya semakin diburu kolektor," kata Soeyono.
"Pemiliknya adalah Presiden Federation Internationale de Philatelie, Tay Peng Hian, dari Singapura," kata Soeyono dalam pembukaan World Stamp Championship Indonesia di Jakarta Convention Center, Senin, 18 Juni 2012.
Soeyono menjelaskan prangko tersebut bergambar Raja Belanda. Seluruh prangko dengan jumlah 64 carik tersebut, kata Soeyono, memiliki stempel bertuliskan ''Ngawi, Jawa Timur'', tahun 1864. Menurut Soeyono, prangko itu dihargai demikian mahalnya agar tidak lagi dibeli orang lain. Soeyono menuturkan ada orang Indonesia yang memiliki prangko seri tersebut, namun hanya secarik.
World Stamp Championship Indonesia digelar pada 18-24 Juni 2012. Kegiatan tersebut melibatkan 62 negara yang tergabung dalam Federation Internationale de Philatelie. Sebanyak 532 peserta akan mengikuti lomba filateli yang menjadi bagian pameran. Indonesia sendiri mengikutsertakan sekitar 2.000 carik prangko dalam kompetisi serta sekitar 200 carik untuk dipamerkan.
Soeyono menjelaskan, pada 2010, Indonesia ditunjuk untuk menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. Sebelumnya, kata Soeyono, pernah ada kegiatan serupa, tetapi hanya untuk kalangan remaja. Dengan kegiatan ini, Soeyono berharap, filateli di Indonesia menjadi maju.
Soeyono mengatakan filateli di Indonesia sempat terpuruk dengan hadirnya layanan pesan pendek dari operator seluler. Menurut Soeyono, fungsi dan peran filateli pun menurun. Soeyono berharap, World Stamp Championship Indonesia 2012 bisa membangkitkan prangko sebagai benda budaya.
Meski demikian, Soeyono menyatakan yakin dengan perkembangan filateli. Soeyono menuturkan cetakan prangko saat ini semakin bagus dan variatif. Meski jumlah prangko yang diproduksi berkurang, Soeyono tak melihatnya sebagai kendala. "Semakin langka edisi suatu prangko, maka harganya semakin mahal dan keberadaannya semakin diburu kolektor," kata Soeyono.
Saya mau jual perangko sukarno dan tokoh dunia lainnya ( barang langka ) hub : 085710674130
BalasHapusSaya punya banyak sekali perangko2 tua dr brbagai negara sprti Usa,Itali,francaise,nederl indie,india,pakistan,malaysia,singapore,polska,ceskoslovensko,,arab,indonesia dan bnyk negara lain.sy gk tau mau diapakan perangko2 ini.. Bagi yg minat hub sy di no. 085361641121
BalasHapusSaya banyak perangko langka...minta
BalasHapusWa 081261925637
saya mau jual perangko yg tertua dan termahal hub :
BalasHapushartana
08569567000
terima kasih
saya mau jual perangko yg tertua dan termahal hub :
BalasHapushartana
08569567000
terima kasih
Masukkan komentar Anda...saya ada perangko tahun 1933 berbentuk segi tiga minat invite bbm 7d0bdb6d
BalasHapusYg jual banyak trus yg belinya tanda tanya?
BalasHapus